Sejarah Perkembangan Film - part 1

Di seluruh dunia film menjadi sebuah hiburan yang paling menarik untuk dinikmati.  Banyak orang menonton film-film hiburan, „film seni , dokumenter, kartun, film  eksperimental, atau film pendek mengenai pendidikan. Penonton film semakin bertambah seiring dengan  berkembangnya keberadaan satelit, tv kabel, internet atau perkembangan jenis video seperti DVD yang bisa melakukan playback.

Film dipercaya menjadi sebuah media yang paling besar dapat memberikan pengaruh  bagaimana kita menjalani hidup. Bukan hanya karena film dapat mengingatkan anda akan  sebuah memori kehidupan. Anda dapat mengingat sebuah masa perubahan hidup anda  seperti yang ditayangkan oleh pemeran di film yang anda tonton. Dengan begitu film tidak  hanya mempengaruhi bagaimana kita hidup tetapi juga mempengaruhi cara berfikir kita.  Film dapat membuat kita kembali berfikir sejenak akan sesuatu yang telah kita lewati,  memasuki dan mengerti budaya yang berbeda, dan menambah pengalaman estetis melalui  keindahan yang disajikan oleh sebuah film.


Selain dari segi kehidupan, film juga dapat dijadikan media pembelajaran. Seperti film documenter tentang pendidikan. Bentuk visual akan lebih memudahkan seseorang untuk memahami suatu kontek ilmu pengetahuan atau permasalahan.

Sejarah film adalah lebih dari sekadar objek filmnya saja. Ditambah dengan kita mengetahui bagaimana film dibuat dan diterima masayarakat, kita bisa membedakan  tingkatan pilihan yang ada bagi pembuat atau penikmat film. Dengan mempelajari  kebudayaan dan pengaruh sosial pada film, kita dapat melacak jejak isu-isu yang sedang  mempengaruhi masyarakat pada jamannya.

Sejarah film lebih mengacu pada masalah narasi besar tentang fakta yang terjadi pada jaman dahulu ditambah dengan bukti-bukti yang tersisa. Sejarah film menerangkan tentang perbedaan perspektif bagaimana film tersebut dibuat, dan perbedaan daya tarik dan tujuan dari film itu sendiri.
 
Mengacu pada paragraph diatas, para sejarawan film selalu mengumpulkan bukti-bukti yang didapat. Menghubungkan fakta satu dengan yang lainnya. Bisa jadi sebuah fakta menjadi pusat analisa atau hanya sebagai penunjang tambahan dari fakta yang ada.

Deskripsi dan Penjelasa Sejarah Film

Seorang penulis sejarah bisa memulai analisanya dengan sebuah pertanyaan yang mendasar. Sebagai contoh dari satu film komedi Amerika yang ditemukan seorang sejarawan bisa mulai mengumpulkan informasi. Menginvestigasi film tersebut, dan mulai mencari daftar gambar komedian di Hollywood trade press, dan mempelajari dialek berbahasa dalam selera humor Amerika.

Hal yang kedua, sejarawan perlu mengetahui argumen tambahan atas dasar apa film itu dibuat sebagai fakta tambahan. Seperti bagaimana sebuah film yang dikerjakan seorang sutradara dapat mempengaruhi film lainnya. Bagaimana film tersebut mempengaruhi film yang lainnya dalam satu perusahaan produksi. Penulis film mengerjakan pekerjaannya seperti layaknya penulis kritik seni atau politik. Dalam setiap review penulisannya memerlukan sekilas argumen atau asumsi dasar bukan hanya sekadar menampilkan fakta-fakta.


Fakta dan Bukti-bukti

Sebuah penulisan sejarah harus berdasarkan bukti-bukti faktual. Bisa diambil dari sumber-sumber tertulis (buku-buku, majalah, jurnal-jurnal perdagangan, berita-berita koran), sumber tertulis yang tidak terpublikasi (laporan-laporan resmi, surat-surat, catatan-catatan, dokumen-dokumen produksi, naskah-naskah, atau surat keterangan). Sejarawan juga harus mengetahui perkembangan alat-alat cinematografi seperti kamera, perekam suara, dan peralatan film lainya.

Selain itu perlu dipelajari juga penggayaan pengambilan film secara visual. Klasisfikasi penggayaan ini akan memudahkan penentuan dari mana film ini berasal. Bahkan bisa membedakan durasi film rata-rata hingga tema-tema yang biasa diambil.

Menjelaskan Masa Lalu : Pendekatan Mendasar

Dalam penjelasan masa lalu melalui pendekatan mendasar, ada beberapa standar, antara lain :

  • -Catatan Biografi yang difokuskan pada kehidupan individu.
  • -Perkembangan industry dan ekonomi yang difokuskan pada praktik bisnis.
  • -Sejarah seni yang difokuskan pada ‘film art’ atau film seni.
  • -Catatn teknologi yang focus pada material dan mekanikal dari kelengkapan peralatan film.
  • -Perkembangan Sosial/ budaya/ politik yang focus pada peran sebuah bioskop / sinema pada komunitas yang luas.
 
Menjelaskan masa lalu : Pengolahan Fakta

Dalam penjelasan Historis mengandung beberapa hal yaitu :

-kronologis, adalah sebuah penjelasan secara deskriptif mengenai sejarah film itu sendiri. Rinci dan teratur sesuai masa.

-kausalitas, adalah penjelasan dan pertanyaan bagaimana dan kenapa sebuah proses awal pembuatan film , penyebaran film, hingga efek setelah film itu ditonton sebuah individu atau masyarakat luas.

-Pengaruh-pengaruh. Setiap elemen pada dunia film baik penikmat dan pihak yang memproduksi akan saling mempengaruhi. Bagaimana cara penikmat menonton akan mempengaruhi produksi sebuah film. Begitu juga bagaimana film itu dibuat akan mempengaruhi cara befikir penikmat.

-Trend dan Generalisasi. sejarawaan harus menjawab bagaimana sebuah trend bisa muncul pada masanya. dengan begitu kita mampu mengeneralisasikan fakta.

-Periode / Masa. Sejarawan akan selalu memperhatikan pada periode kapan film itu diproduksi. Apakah dibagi berdasarkan abad atau dekade (abad ke-19, abad ke-18, atau tahun 1920 dengan tahun 1910). Apakah juga dipengaruhi dari luar film itu sendiri (pra-PD 1, masa PD1, post-PD1, dst). 
Pembedaan masa akan mempengaruhi penjelasan selanjutnya. Hal ini disesuaikan dengan bahasan yang diangkat.

-Signifikasi. Signifikasi berdasarkan 3 kriteria: 

Kehebatan intrinsik: beberapa film sederhana dapat menghadirkan kehebatan artistik yang luar biasa. Film-film tersebut kaya makna, menggerakkan hati, menggugah pikiran dan lainnya. Sedikitnya film tersebut telah mengambil peran dalam perkembangan sebuah film. Pengaruh: sebuah film bisa mengubah atau memberikan pengaruh pada film lainnya. Sebuah film dapat memposisikan diri pada sebuah genre baru dan membedakan film tersebut dengan film lainnya. Pembedaan yang sengaja dibuat biasanya sengaja dilakukan setelah melihat peredaran film yang telah ada sebelumnya. Pengaruh seperti inilah yang juga berpengaruh pada pencatatan sebuah sejarah film.
 

 

1 comments: